Jumat, 31 Desember 2010

Kupanggil Mereka “Beb”

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/31/2010 03:51:00 AM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Bagaimana munngkin aku kesepian di Semarang. Kota tempat aku kuliah. Di situ aku mempunyai tiga Beb. Baiklah kumulai dengan Beb Pertamaku.
            Beb Pertamaku. Dia selalu menguatkanku. Mendukungku dalam hal karya tulis. Prestasinya di bidang Karya Tulis Ilmiah cukup lumayan. Terkadang dia menjadi juara, tapi tak jarang dia juga kalah. Satu hal, dia pantang menyarah. Semakin gagal. Semakin dia mencoba. Ketika presentasi, dia selalu aktif bertanya. Dia akan menimpaliku dengan pertanyaan yang membuat kami berdebat. Ah, itulah esensi presentasi. Aku akan sangat merindukan semua itu.
            Hal tak terlupakan adalah ketika dia menangis die pan semua tim pentas drama. Itulah kali pertama aku menyadari bahwa Beb Pertamaku juga seorang perempuan yang bisa rapuh. saat itu juga aku juga sadar. Aku bukan primpo yang baik untuk pentas drama yang akan kami gelar. Air matanya sungguh membuatku meradang. Tiap bulir yang jatuh seakan menerorku. Barangkali aku memang aku tak mampu memimpin. Tapi terror itu yang akan tetap mengingatkanku. Aku akan terus melaju untuk menjadi pemimpin yang baik suatu hari nanti.

Sajak dari Seorang Kawan

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/31/2010 03:45:00 AM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Hari itu seorang kawanku mengirimiku sebuah sajak. Katanya lihat lebih teliti, ada sesuatu di sajak itu. Kalau saja dia tak mengatakan aku tak akan sesuatu itu. Dia, kawanku yang hebat yang menulis saja ini: Ummi Haniek.
My Beloved Friend
Keep holding on
And stay beautiful
Real life will be hard
Time can be passed slowly
If you are on your own
Kindness of you, I feel
A brave heart, I see
Hold your arms
In every single step of my life
Dark becomes light
Ash becomes crystal
Yes, I can
And I know…
Tomorrow wiil be brighter
If you are here, my beloved fiend

Sajak itu akan selalu mengingatkanku. Aku punya kawan yang hebat.  Kawan seperjuangan yang tak akan terlupakan.

Kamis, 30 Desember 2010

GUSUR ADHIKARYA # 5

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/30/2010 06:22:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Setelah beberapa kali baca tulisan Gusur Adhikarya pada rubrik Taman Hati di majalah Story Teenlit Magazine, tulisan inilah yang paling kusuka.
HUJAN JUNI INI…
Oleh Gusur Adhikarya

…Dara…hujan banyak turun di Juni ini…Aku suka hujan…Aku bersyukur hujan masih mau turun. Mengalir…menderas dari langit. Hutan basah…daun-daun basah…Serangga bersembunyi dibalik batang-batang kayu. Oh ya, aku lupa katakana, sebelum hujan itu turun, aku lihat pelangi dengan 7 warnanya yang memikat menghiasi langit terbuka. Dan manakala hujan berhenti, aku rasakan wangi tanah yang meruap dari kedalaman. Adakah yang lebih indah dari itu…?
...Dara…aku tak berpikir begini: got-got mampet karena sampah. Air tak kuasa mengalir. Dan akhirnya di sini kita kebanjiran. Apabila itu terjadi, adakah yang salah dengan hujan? Bagiku hujan tak pernah kehilangan keromantisannya meskipun ia mengakibatkan banjir. Melihat guratannya yang putih bening, yang jatuh berhamburan dari langit, aku selalu ingat binar bola matamu. Mata yang tak pernah kehilangan pesonanya.
…Dara…maaf kali ini aku tak menulis puisi buatmu. Bukan aku kehilangan tenaga. Bukan aku kehilangan kata-kata. Tapi aku merasa puisiku tak akan lebih berarti dengan apa yang tengah kita rasakan sekarang ini. Bukankah hujan yang menderas itu puisi terindah? Bukankah rambutmu yang jatuh di pundakku adalah puisi terindah? Bukankah cinta kita adalah puisi terindah? Dan kita ingin terus hidup di dalamnya…

MIRA LESMANA: MENDAPATKAN IDE

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/30/2010 06:18:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Ternyata oh ternyata. Andrea Hirata “tak lahir begitu saja.” Seperti apa yang dikatakan Mbak Mira Lesmana yang aku kutip dari Strory Teenlit Magazine Edisi 6/ Th.I 25 Desember 2009-24 Januari 2010 halaman 85. “…Toh seorang Andrea Hirata, misalnya, sejak kecil sudah menulis. Hanya memang tidak berupa cerpen, dia mempersiapkan semua tulisannya dengan sangat matang dan lahirlah buku Laskar Pelangi dan tetraloginya. Banyak juga yang melaluinya dengan menulis cerpen lebih dulu lalu berkembang ke tahap selanjutnya.”
Lantas aku jadi berpikir. Aku harus menemukan jalan untuk ke tahap selanjutnya. Itu memang sudah seharusnya aku lakukan.  Terus berlari hingga lelah. Jika lelah aku hanya akan pelan berjalan. Tak akan berhenti.
Lebih lanjut Mbak Mira juga berkata. “ Kebutuhan untuk membaca itu penting. Dengan membaca kita bisa mendapatkan ide atau ilmu. Sekarang ini remaja kita dimanjakan dengan audio visual, namun toh mereka tetap bisa berkarya. Mereka kini memilih media lain selain buku untuk bisa mencari ide-ide kreatif. Mereka bisa browsing, dan sebagainya, sebagai ganti buku bacaan. Artinya mereka tetap membutuhkan ilmu dan itu bisa didapat selain dari buku. Sementara bagi saya, dunia film atau audio visual adalah tempat saya mendapatkan ide.”
Setuju banget dah. Inspirasi datang tak hanya dari membaca. Apa pun bisa menjadi ide menulis cerita. Termasuk nonton film. Tapi membaca buku yang bermutu adalah menu utama untuk bisa menulis.

Selasa, 28 Desember 2010

Sedih : Mematikan Hati

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 06:47:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Hari itu aku dengan penuh semangat giat belajar, mengikuti tes yang bikin puyeng, berdoa sekuat tenaga. Lantas kemarin aku tahu, aku sudah gagal. Aku kalah dari mereka. Dan hari ini aku menyadari satu hal: aku akan mencari jalan ke luar.

Temanku yang hebat berkata. "Tahun depan hancurkan." Ada juga yang berkata "Masih banyak kesempatan."  Pula ada yang berkata "Tetap semangat, pantang mundur." Lalu kakaku yang tegar berkata padaku. "Jangan larut dalam sedih, itu akan menutup mata hatimu." Sedangkan saudaraku yang lain berkata. "Itu belum seberapa. Masih banyak yang lebih parah dari ini."

ILANA TAN: JANGAN TAKUT GAGAL

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 06:24:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Kali ini, kata ILANA TAN. Penulis novel Summer in Seoul, Autum in Paris, Winter in Tokyo. Aku kutip dari malajah Story.
“Jangan takut gagal karena kegagalan adalah sebuah keberhasilan yang tertunda. Teruslah menulis dan belajar singkirkan rasa bosan untuk belajar dan coba hal baru, tapi tahu batas. Jangan jadi anak alim! Maksudnya di sini, jangan belum-belum kamu merasa ciut untuk melakukan hal-hal baru yang belum tentu sepenuhnya negative dan malah bisa memperluas wawasanmu akan dunia non-formal maupun non-akademis saja. Clubbing bukan hanya identik dengan tim cheerleaders atau tim-tim ‘gaul’ aja. Perpustakaan bukan hanya tongkrongan kutu buku dan orang katro saja. Coba segala hal di sekeliling kamu, dengan syarat kamu tahu batas; yang postif diteruskan, yang negatif tentu di-stop”

TRIANI RETNO A

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 06:19:00 PM
Reaksi: 
1 komentar Link ke posting ini

Aku membaca bukunya “25 Curhat Calon Penulis Beken” juga membaca cerpennya yang dimuat di Story. Triani Retno A, penulis 100 cerpen dan 15 buku.
Sering menulis dengan menggunakan nama Teera. Lahir di Bandung, 24 Desember 1974 untuk kemudian tumbuh besar di Banda Aceh dan mEdan. Lulus dari SMAN 3 Bandung (1993), meneruskan ke Jurusan Ilmu Perpustakaan, FIKOM, UNPAD, dan selesai pada tahun 1998.
Pernah bekerja sebagai dosen di STIAMI (Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi Mandala Indonesia) Jakarta, librarian di SMU Madania Boarding School Bogor, dan Kepala Perpustakaan di Universitas Indonusa Esa Unggul Jakarta. Hingga saat ini telah sekitar 100 cerpennya dimuat di majalah dan surat kabar. Cerpen pertama dimuat di majalah Aneka Yess tahun 1995. Setelah itu dimuat di majalah Ceria Remaja, Kawanku, Mode Indonesia, Anita Cemerlang, Dinamis, Aku Anak Saleh, Orbit, Kitakita.com, Bobo, Mombi, Muslimah, IlmuIman.net, dan Harian Tribun Jabar.

GUSUR ADHIKARYA # 4

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 06:13:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

AKU SUDAH CAPEK DARA…
Oleh Gusur Adhikarya


Dara..aku pergi. Aku sudah capek dengan perjuangan yang main tak jelas arahnya ini. Aku sudah capek menjadi pahlawan. Aku sudah capek dengan mimpi-mimpi yang terlalu ruwet untuk kupahami.
Dulu kita berkutat dengan nabi yang sederhana. Memang jauh dari menyenangkan, tapi setidaknya bisa menghindari kita dari kejamnya hidup di jalanan. Entah apa yang ada dipikiranmu, lalu kamu bilang kita harus meraih hak kita. Kamu bilang mereka sudah merampas nasib kita, kehidupan kita. Kamu bilang kita harus hidup lebih baik dari hari ini. kamu bilang juga apa yang kita peroleh seharusnya bisa lebih banyak lagi. Tapi nasib kita yang menurutmu sederhana itu, ternyata lebih realistis dari apa yang kau janjikan.

Clair: Sepasang Mata Itu

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 06:07:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


                Aku masih saja resah. Gelisah. Tak lelap dalam tidur siangku. Terjaga tiap tidur malamku. Lantas ketika aku teringat tiga hari yang akan datang aku semakin membeku dalam sepi. Dadaku bergemuruh dengan hebat. Kakiku dingin. Dan aku menjadi takut, sedang pikirku terus bertanya. Mengapa harus takut? Apa yang aku takutkan?
                Dan ketika lolongan itu semakin menguasai malam. Aku ingat sepasang mata itu: Clair. Sepasang mata itu yang dulu mengajariku arti kenyataan hidup. Sepasang mata yang berbinar penuh harapan itu mengajariku untuk selalu bangun, berdiri, belari, berlari hingga kau raih. Clair, temanku yang hebat dengan sepasang mata ajaib.

GUSUR ADHIKARYA # 3

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 06:04:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

AKU INGIN TERUS MENULIS SYAIR
OLEH: GUSUR ADHIKARYA

Teman, dalam situasi yang tak mungkin sekalipun-aku ingin terus menulis syair. Misalnya tentang kucing kecil bernama Snowy, milik Dara Yulita. Aku belum pernah melihat Snowy. Kalau Snowy berjenis kelamin perempuan, aku yakin Snowy pasti putih bersih dan sama cantik dengan pemiliknya.

GUSUR ADHIKARYA # 2

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 06:02:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Rumah Kita
Oleh Gusur Adhikarya
Aku memahaminya dengan sederhana dulu ada segelintir orang membangun rumah. Dimulai dari fondasi, tiang-tiang, dinding, pintu, jendela, atap, dan ruang-ruang yang dibutuhkan  sehingga kemudian jadilah rumah lalu orang-orang diundang mengisi rumah itu. orang-orang diundang tidak semata-mata karena si pendiri rumah karena membutuhkannya, tapi juga karena orang-orang itu sangat mengingankannya menjadi anggota rumah tersebut. menjdai bagian rumah tersebut. dan sangat mengharap diundang.

GUSUR ADHIKARYA # 1

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 05:56:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Menurutku ni yah, tulisan Gusur Adkikarya nyentuh banget. Makanya aku kumpulin tulisan-tulisannya yang dimuat di Story Teenlit Magazine. Kalau dah baca tulisannya nih, bisa memunculkan inspirasi. Atau membuatku tersadar akan satu makna. Langsung aja dah kamu baca tulisan Gusur Adikarya di bawah ini:
PUISI-PUISIMU ADALAH DAYA HIDUPKU…
Oleh GUSUR ADHIKARYA

..Kamu begitu saja pergi. Meninggalkan aku sendiri. Kemarin aku lihat kamu masih tersenyum. Manis sekali. Wajahmu berseri. Matamu bersinar bagai nyala api. Kini aku pucat pasi atas kepergianmu. Membuatku rasanya seperti mati. Mengapa kamu pergi? Mengapa aku kau tinggalkan sendiri? Kini yang tersisa hanya sepi. Tapi aku berusaha tak sakit hati. Bukankah sakit hati hanya membuat kita letih? Tak berdaya…

ANDREA HIRATA BERKATA

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/28/2010 05:49:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

“Tidak pernah berhenti belajar, orang muda itu besar sekali kemampuannya. Kemampuan Anda itu besar sekali, tapi yang Nampak hanya 10-15%. Sebenarnya tergantung bagaimana kita mempersepsi diri kita sendiri. Saya pernah sekolah di luar negeri dan saya lihat orang kita itu sebenarnya tidak benar-benar berusaha menampilkan yang terbaik dari diri kita. Sebenarnya kita jauh lebih mampu daripada yang kita bayangkan.

Selasa, 21 Desember 2010

PANDANGAN STRUKTURAL DAN PANDANGAN PRAGMATIK DALAM LINGUISTIK

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/21/2010 06:36:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Kalimat Bisa ambilkan buku itu? Jika dilihat dari bentuknya berupa konstruksi interogatif, tetapi dari segi fungsinya kalimat itu digunakan untuk menanyakan tentang kemampuan (bisa tidaknya) orang yang diajak bicara. Kalimat tersebut, dari segi fungsinya dimaksudkan untuk memerintah secara tidak langsung. Makna yang sama itu dapat saja diutarakan dengan konstruksi imperatif, lalu menjadi Ambil buku itu! Tentu saja, konteksnya menjadi lain pula. Dengan mengamati kapan perintah dibahasakan dengan konstruksi imperatif dan kapan perintah dibahasakan dengan konstruksi interogatif akan tersingkaplah perbedaan sehubungan dengan siapa yang mengucapkan kalimat itu dan kepada siapa kalimat itu diucapkan.
Yang menjadi pusat perhatian kajian linguistik struktural adalah bentuk-bentuk lingual tanpa secara sadar mempertimbangkan situasi tuturan sehingga analisisnya bersifat formal. Linguistik struktural adalah linguistik yang menekankan struktur, yaitu bentuk-bentuk formal bahasa. Dalam analisis struktural yang diotak-atik adalah bentuk; suatu kalimat diterpong dengan mengamati yang mana yang berupa Subjek, yang mana yang berupa Predikat, dst. Bagian yang berupa subjek itu ada kemungkinan masih dapat dipotong-potong lagi menjadi bagian-bagian yang lebih kecil; demikian juga bagian yang berupa predikat.

IMPLIKATUR PERCAKAPAN DAN KLASIFIKASINYA

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/21/2010 06:18:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Implikatur percakapan adalah implikasi pragmatik yang terdapat di dalam percakapan yang timbul sebagai akibat terjadinya pelanggaran prinsip percakapan. Sejalan dengan batasan tentang implikasi pragmatic, implikatur percakapan itu adalah proposisi atau “pernyataan” implikatif, yaitu apa yang mungkin diartikan, disiratkan atau dimaksudkan oleh penutur, yang berbeda dari apa yang sebenarnya dikatakan oleh penutur di dalam suatu percakapan (Grice 1975:43, Gadzar 1979:38 dalam Rustono 1999:82). Implikatur percakapan terjadi karena adanya kenyataan bahwa sebuah ujaran nyang mempunyai implikasi berupa proposisi yang sebenarnya bukan bagian dari tuturan itu (Gunarwan 1994:52 dalam Rustono 1999:82).

Minggu, 19 Desember 2010

Donat Pun Bisa Jadi Cerpen

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 11:55:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


            Ide menulis cerpen emang bisa datang dari mana saja. Termasuk kue bolong yang satu ini: donat. Loyenk dari Kalimantan Barat si penulis cerpen emang pandai mengemas kisah dibalik donat. Penggunaan bahasa yang komunikatif, cerita khas remaja, dan isi cerita yang penuh makna menambah nikmat saat membaca cerpen yang satu ini. Sangat pas dibaca waktu santai, sambil nikmatin donat dan teh hangat. J
            Cerpen ini berkisah tentang Arga, cowok idola para cewek yang mendapat kiriman donat dari Amimah, cewek semester tujuh. Hal itu, dipicu lantaran Arga yang baru kelas 2 SMA membantu Amimah memperbaiki laptop Amimah yang terserang virus. Tak disangka kebaikan Amimah malah disalahartikan oleh Arga. Ditambah lagi bumbu-bumbu tak sedap dari Radi, kakaknya, juga Cindy, gebetannya. Mereka bilang Amimah naksir berat sama Arga lantas mengguna-gunai donat yang dia berikan untuk Arga. Berikut petikan kisahnya.

Aneka Yess! Short Story Contest

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 11:54:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


Setelah dapat kabar dari temanku bahwa Aneka Yess! Short Story Contest masih ada. Langsung deh, ngubleg-ngubleg Kota Slawi wat nyari tuh majalah. Sayang, nggak ketemu. Tak nyerah gitu aja dong. Setelah putar otak. Akhirnya aku tahu satu tempat agen malajah yang lumanyan komplit di Kecamatan Adiwerna. Esoknya langsung cap-cus ke tempat itu. Wuih, ternyata ada. Senangnya. So, aku ingin berbagi bahagiaku untukmu juga. Ini, nih ketentuan ikutan Aneka Yess! Short Story Contest.

Do you love to write? Kepengen nggak cerita pendek kamu dibaca seluruh Indonesia? Well, this your chance. Aneka Yess! Menunggu cerpenmu dengan tema dan guidance sebagai berikut:

MENJADI PENULIS PROFESIONAL

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 11:46:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


Judul: Menjadi Penulis Profesional Penulis: Nurheti Yuliarti Penerbit: Med Press Tahun: Cetakan kedua 2009 Halaman: 147 halaman Harga: Rp 29.000,00

Bagi kamu yang ngebet banget menjadi penulis. Buku ini layak kamu baca sampai tuntas. Kalau kamu maniak baca kamu bisa melahap buku ini hanya dalam waktu satu hari karena cuman 147 halaman. Di dalamnya dilengkapi syarat pengajuan naskah, daftar nama alamat penerbit, daftar alamat media cetak.
Sepertinya penulis memahami benar kendala bagi penulis pemula dalam menyelesaikan tulisannya. Jadi, di buku itu ada banyak tips yang pas sasaran. Salah satunya si penulis menuliskan seperti ini.

MEMBANTU ANAK PUNYA INGATAN SUPER

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 11:45:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini




Judul: Membantu Anak Punya Ingatan Super Penulis: Femi Olivia Penerbit: Alex Media Komputindo Tahun: 2008 Halaman:  202 halaman

            Banyak Mata Pelajaran di sekolah yang membutuh hafalan. Bahkan pelajaran eksak sekalipun, menuntut anak untuk hafal rumus. Kebanyakan anak malas menghafal dan pada akhirnya tidak menyukai Mata Pelajaran tersebut. Tak jarang, para orang tua merasa sulit membujuk anak untuk belajar dan mengerjakan PR. Kebanyakan orang tua justru menuntut anak lebih keras dan memaksa anak untuk belajar. Keadaan ini, membuat anak belajar dalam tekanan dan tidak menyenangkan.
Pelajaran yang penuh beban akan membunuh insting belajar anak, membuat mereka tak punya kegembiraan dalam belajar, dan merampas hak anak untuk bermain serta bereksplorasi. Bahkan menurut ahli, kurikulum yang terlalu berat hanya dapat diikuti 15 persen siswa terpandai. Terlalu banyak mata pelajaran membuat anak harus menghasilkan nilai bagus di seluruh mata pelajaran. Padahal anak memiliki bakat tersendiri apakah padai di bidang IPA, IPS, atau Bahasa.

Menulis Kreatif Cerpen

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 11:41:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


Menulis merupakan suatu kegiatan yang produktif dan ekspresif. Dalam kegiatan menulis ini sang penulis haruslah terampil memanfaatkan grafologi, struktur bahasa, dan kosa kata (Tarigan 1994: 3-4). Penelitian menulis cerpen ini merujuk pada kegiatn menulis kreatif. Keinginan menulis harus diwujudkan menjadi sebuah tindakan menulis dan itu memerlukan sedikit kemauan untuk menyingkirkan penundaan dan tidak ambil peduli terhadap mood (Laksana 2007: 5). Menulis kreatif berarti mempunyai kekuatan untuk menciptakan sebuah imajinasi, ide menciptakan karya sastra atau karangan, dan dapat diterapkan lebih luas untuk seluruh jenis menulis (Ramet 2007: xi). Menulis kreatif dapat diartikan sebagai kemampuan untuk mengendalikan pikiran-pikiran kreatif dalam diri seseorang ke dalam sebuah kalimat dengan stuktur yang baik (Ozuah 2008: 1).
Menulis kreatif adalah kegiatan mengungkapkan pikiran dan perasaan dalam bentuk karya sastra sebagai sesuatu yang bermakna dengan memanfaatkan berbagai pengalaman dalam kehidupan nyata. Menulis kreatif merupakan proses mengungkapkan kembali pengalaman manusia baik berupa pikiran, perasaan, persoalan kehidupan, kesan, dan gagasan baru secara ekspresif dan imajinatif melalui rangkaikan kata dan kalimat yang baik (Trilastuti 2009: 16). Adapun menulis kreatif sastra adalah suatu proses yang digunakan untuk mengunkapkan perasaan, kesan, imajinasi, dan bahasa yang dikuasai seseorang dan pikiran seseorang dalam bentuk karangan baik puisi maupun prosa (Nugroho 2009: 1).

Kembali Menulis

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 11:40:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


            Aku selalu ingin berkata ini padanya:
            Kamu harus bahagia. Harus hidup dengan baik. Jika kau selalu terpuruk itu membuatku tak bahagia.
            Tapi aku juga selalu takut. Takut dia akan memberondongku dengan pertanyaan yang bertubi-tubi. Lebih takut lagi, jika aku tak mengucapkan kalimatku dengan benar dan jelas di depannya. Bahkan seandainya benar itu kukatakan, mungkin dia pura-pura tak mendengar. Atau malah dia menertawakanku karena dikira aku sudah tak waras.
            Entah kapan tepatnya aku mengenalnya. Tapi kisah tentangnya masih jelas berpendar. Tak akan semudah itu membias. Aku sering mengenangnya dengan menceritakan kekonyolannya pada teman-teman baruku. Atau pada teman semasa sekolahku dulu. Sekadar bernostalgia mengenang wajah bakpaonya yang lebay.
            Aku masih ingat hari itu. Ketika tanpa dia tahu, dia menyadarkankan satu hal. Aku suka menulis. Aku bisa menulis. Aku masih mampu menulis. Sebelum hari itu, dia menelponku. Tak jelas apa yang dia katakan. Yang kutahu dia menangis. Dia benar-benar menangis saat itu. Tak ada pembicaraan. Hanya tangis menggebu dan nafas terisak yang kudengar. Lantas telepon terputus begitu saja. Esoknya, aku membaca pesan darinya. Dia menulis, barusan dia menangis. Teringat cinta pertamanya yang telah menjadi milik orang lain. Kawanku yang malang. Dia yang tak pernah mengungkapkan cinta pada yang dia cintai. Dia yang selalu tak berdaya karena cintanya.

Dari Sang Pemimpi

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 11:36:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini


Dengan menolong diri sendiri kita bisa menolong orang lain lebih sempurna. (R.A Kartini)
Seribu orang tua bisa bermimpi. Satu orang pemuda bisa mengUbah dunia. (Sukarno)
kemerdekaan nasional bukanlah tujuan akhir. Rakyat yang bebas berkarya adalah puncaknya. (Sutan Syahrir)

Selama dengan buku kalian boleh memenjarakanku di mana  saja sebab dengan buku aku bebas (Mohammad Hatta)
Terbanglah garudaku singkirkanlah kutu-kutu dari sayap. (Iwan Fals)
Tuhan tahu, tapi menunggu. (Leo Tolstoy)

Dari buku Chicken Soup for the Soul Persembahan untuk Para Ibu #3

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 10:47:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Bukti cinta yang paling kuat adalah kepercayaan (Joyce Brothers)
Dicintai sepenuh hati oleh seseorang akan memberimu kekuatan, mencintai seseorang sepenuh hati akan memberimu keberanian. (Lao-Tzu)

Kita tak pernah tahu betapa beerharga momen-momen khusus itu sampai momen-momen tersebut sulit untuk kita kenang lagi. (George Duhamel)
Kita harus menerima kekecewaan yang hanya sementara, tetapi jangan sampai kehilangan harapan yang abadi. (Martin Luther King JR)
Apa yang telah kita lewati dan yang akan kita hadapi hanyalah soal kecil dibandingkan dengan apa yang ada di dalam diri kita saat ini. (Ralph Waldo Emerson)

Dari Buku Chicken Soup for the Soul Persembahan untuk Para Ibu #2

Diposting oleh Kartika Hidayati di 12/19/2010 10:45:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Lewat jendela kecil menerobos masuk cahaya keemasan mentari.
Tunduk merapat kepala kami
sampai cahaya emas itu mewarnai rambut kami.
berbisik-bisik, lalu terkikilah kami.
bertingkah macam dua siswi
siapa nyana kami ini
adalah bunda dan sang putri
yang tengah saling mengecatkan kuku jari-jari kaki. (Jennifer Lynn Clay)

Hati seorang ibu, adalah ruang belajar anaknya (Henry Ward Beecher)
Seorang ibu, bukanlah seseorang untuk disandari, melainkan seorang yang membuat seseorang tak perlu bersandar. (Dorothy Canfield Fisher)
Seorang ibu adalah seseorang yang dapat menggantikan siapa pun tetapi tidak dapat digantikan oleh siapa pun. (Kardinal Mermillod)

Silakan Tulis Komentarmu Di Sini ^_^

 

Kartika Hidayati Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare