Sabtu, 28 September 2013

Hipokrit

Diposting oleh Kartika Hidayati di 9/28/2013 12:56:00 AM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Aku mengenalnya
pernah mendengar ia bercerita
pada malam berkabung
pada malam muram
pada petang yang gulita
ia mengaku. ia seorang sundal yang hiprokit
ia selalu sepi, tidak mengenal Tuhan
hilang arah.
Ia mengaku, ia perempuan jalang
yang munafik, mencintai laki-laki
tapi tidak memberi hati
hanya memberi gincu
abu-abu dan biru

Kamis, 19 September 2013

Pulang

Diposting oleh Kartika Hidayati di 9/19/2013 06:41:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
Aku masih ingat. Ia ada dalam dingin malam dan rintik hujan. Memakai jaket hitam dengan alis kusut.
Aku masih ingat. Ia ada dalam subuh yang agung. Dengan mata terpejam dan napas yang teratur.
Aku masih ingat. Ia ada dalam pagi yang mulai tumbuh. Duduk di pelantaran dengan mata sayu

Semua Kata Bermakna dan Cinta Itu Ada

Diposting oleh Kartika Hidayati di 9/19/2013 05:54:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini
"Semua kata memunyai makna," begitu dosen Morfologiku berkata. Akan tetapi, tidak semua kata memunyai referen. Misalnya kata dan, yang, hitam, putih, cantik. Lalu "cinta" masuk dalam golongan kata yang berferen atau tidak bereferen?

Cinta itu benar adanya. Hari ini, pagi ini pun kita telah mendapat cinta. Mendapat cinta yang berlimpah dan luar biasa. Tuhan telah memberi kita cahaya. Tangan yang bisa merasa betapa lembut kulit kita. Hidung yang bisa merasai aroma rumput yang berembun. Mata bisa menangkap biru langit, merah mawar, putih awan. Telinga yang menangkap cicit burung. Dan hati kita yang masih mengingat-Nya, mensyukuri semua nikmat-Nya.

Kamis, 12 September 2013

Surat Cinta September

Diposting oleh Kartika Hidayati di 9/12/2013 07:04:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Ini selalu tentang pagi dengan penuh syukur. Masih ada Allah yang memberi banyak hati, yang melembutkan banyak hati untukku, untukmu juga. Apa kabar separuh hati di kota kelahiranku? Pagi tadi kau mengabarkan bahwa pagimu telah dimulai dengan sujud, meminta banyak hal kepada Allah. Semoga akulah yang kau sebut pula dalam doa-doamu ketika pagi mulai merekah.

Seperti pagiku di sini dan seperti siang kemarin ketika aku menerima surat cintamu, aku menitip banyak doa kepada Allah. Menggantungkan cita-cita kepada-Nya, semoga kelak semua mewujud nyata. Kita akan bersama di jalan Tuhan dengan cinta yang utuh, penuh, dan seluruh atas nama Tuhan.

Jumat, 06 September 2013

Dalam Langit Tuhan

Diposting oleh Kartika Hidayati di 9/06/2013 05:41:00 PM
Reaksi: 
0 komentar Link ke posting ini

Seperti apa lagit Tuhan di kotamu? Di sini, yang bukan kota kelahiranku, pula bukan kota kelahiranmu, langit Tuhan begitu bersih. Terang dengan sempurna awan putih. Dan cintaku masih saja belum sempurna untuk-Nya. Kelak, ketika aku pulang dan kita melihat langit Tuhan di kota kelahiran kita, aku ingin kau selalu

Silakan Tulis Komentarmu Di Sini ^_^

 

Kartika Hidayati Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare