Rabu, 13 April 2011

Jenis - Jenis Narrative Hook

Diposkan oleh Kartika Hidayati di 4/13/2011 06:57:00 PM
Reaksi: 
Sangat berterima kasih kepada Rhanniey Althafunnisa yang telah menandai saya dalam catatan yang tentang jenis-jenis narative hook.

By: Herjuno Tisnoaji

Pada tahu narrative hook, kan? Itu loh,  bagian-bagian yang ditulis di awal cerpen kita.  Memilih narrative hook yang tepat tentunya cukup penting karena bisa menentukan apakah pembaca akan melanjutkan membaca karya kita atau justru meninggalkannya. Saya sendiri mendapati beberapa jenis narrative hook yang umum.  Mari kita bahas satu per satu.  

1.   Dialog

Narrative hook ini dicirikan dengan tanda petik dua (") yang muncul di awal cerita, dan karena pada narrative hook belum ada orientasi, maka umumnya dialog yang menjadi narrative hook tidak memiliki dialogue tags. Lumayan bagus digunakan kalau kita hendak memunculkan flashback.  Contoh:
"Kenapa kamu punya banyak buku?"
"Karena aku suka membaca."
"Hanya itu?"
"Sebenarnya bukan, sih. Mau tahu?"
"Tentu saja. Cepat beri tahu aku!"
"Well, alasan sebenarnya aku punya banyak buku adalah...."

Perlahan, aku membuka pintu ruangan ini...
2.   Monolog

Monolog—seperti halnya dialog—tidak memiliki dialogue tags, tetapi monolog ini tidak terdiri atas beberapa percakapan seperti halnya dialog, melainkan hanya satu. Contoh:
"Rasanya, aku ingin mati saja."
Eva menoleh ke arah Sarah yang baru saja mengucapkan kalimat itu....
 3.  Dialog/Monolog internal

Dialog internal ini berbeda dengan dua "percakapan" di atas karena tidak menggunakan tanda petik dua (meski sama-sama tidak menggunakan dialogue tags). Satu karakteristik khusus dialog internal adalah narrative hook ini hanya bisa diaplikasikan pada karya yang menggunakan sudut pandang orang pertama. Contoh:
Kalian pernah memngalami apa yang namanya jatuh cinta? Yea, aku tahu kalau pertanyaan itu terdengar bodoh, tapi, hei, nggak ada salahnya menanyakan itu, kan?...
4.  Deskripsi waktu

Deskripsi waktu merupakan narrative hook yang paling legendaris (ingat dengan frasa "Pada suatu hari..."?). Terdapat dua jenis deskripsi waktu: deskripsi minor (jam, hari, siang, sore, dsb.) dan deskripsi mayor (bulan, tahun, dsb.). Untuk cerpen sendiri lebih banyak deskripsi minor, sementara deskripsi mayor lebih cocok untuk prolog novel. Contoh:
 Matahari belum sepenuhnya muncul ketika Riana mulai memanaskan motornya...
 5.  Deskripsi tempat

Meski tidak sebanyak deskripsi waktu, deskripsi tempat juga menjadi salah satu narrative hooks yang difavoritkan. Deskripsi tempat juga memiliki dua jenis deskripsi: deskripsi minor (kamar, ruangan, rumah, dsb.) dan deskripsi mayor (kota, negara, benua, dsb.) Contoh:
Hal pertama yang kulihat ketika aku membuka mataku adalah sebuah danau. Sebuah danau yang luas, dengan air sejernih mutiara dan sebening kristal....
6. Deskripsi karakter

Penggunaan deskripsi karakter dalam cerpen agak jarang digunakan, kecuali kalau memang cerpen itu mengekspos karakter tertentu. Biasanya, narrative hook jenis ini diawali dengan "namanya" atau "namaku", meski tidak menutup kemungkinan penggunaan deskrpsi fisik/mental/keadaan  karakter. Contoh:
Namanya Yova. Usianya baru enam belas tahun. Putra salah satu pengusaha terkaya di Jawa Barat, dan setiap hari, ia pergi ke sekolah mengendarai Kawasaki Ninja R....
 7.  Deskripsi suasana

Dekripsi ini, selain dapat berdiri sendiri juga dapat melekat pada deskripsi tempat atau waktu. Contoh yang mandiri:
Dengan enggan, Mia mencatat perkataan sang dosen barusan. Ia belum sarapan sejak pagi, dan rasa lapar— ditambah harus mengikuti kuliah super-membosankan ini selama dua jam—membuatnya hampir gila.
Contoh yang tidak mandiri:
Malam hari di kota ini begitu sepi, tenang, Tidak ada satu suara pun yang ada di sini selain detik jam dan lolongan anjing yang kesepian....  Berbeda sekali dengan malam hari di Jakarta....
 8. Konflik

Narrative hook  berupa konflik jamak di cerita misteri (bukan horor, loh) atau aksi. Jenis narrative hook ini disebut juga in medias res. Contoh:
Tidak ada waktu untuk berhenti!
Agustin terengah. Dadanya terasa ingin meledak, tapi ia tahu kalau ia berhenti sekarang, ia akan mati....
9. Lirik lagu/puisi/kutipan

Dalam cerita romance, tidak jarang irik lagu/puisi yang menggambarkan keseluruhan cerita dijadikan narrative hook. Contoh:
Just be friends...
All we've got to do just be friends
It's time to say good bye, just be friends ...
All we've got to do just be friends, just be friends, just be friends...
Nyanyian  Megurine Luka yang keluar dari speaker laptop-ku itu seakan mewakili keadaanku saat ini....
 10. Alur 

Narrative hook berupa alur merupakan narrative hook  nondeskripsi yang paling sering digunakan. Ciri dari narrative hook ini  adalah hanya terdiri atas subjek-predikat dan tidak memiliki kata sifat (kalau ada pun sedikit sekali)—suatu hal yang membedakannya dari deskripsi suasana mandiri.  Contoh:
Selvy melihat jam tangannya. Sudah hampir pukul enam sekarang, dan Sony belum juga mucul....

1 komentar:

Auliya Sahril on 24 November 2012 21.51 mengatakan...

keren. makasih banget. artikelnya sangat membantu

Poskan Komentar

Silakan Tulis Komentarmu Di Sini ^_^

 

Kartika Hidayati Copyright © 2010 Designed by Ipietoon Blogger Template Sponsored by Online Shop Vector by Artshare